Minggu, 01 Maret 2015

Balada anak kost

       

         "Anak Kost" , yaa mungkin kebanyakan persepsi orang tentang anak kost yaitu selalu identik dengan hal-hal yang berbau penderitaan dan sekelumit kisah sedih lainnya. Yaa mungkin sebagian hal tersebut benar namun jangan underestimate dulu sob terhadap anak kost, karena menjadi anak kost juga ada sisi  suka nya juga kok. Maka dari itu pada kesempatan kali ini gw akan berbagi sedikit cerita tentang suka dukanya jadi anak kostan.


        Menjadi anak kostan bukanlah hal yang sulit dan juga bukanlah hal yang  sukar (sama aja woy!), yaa hal ini gw tuturkan sebagai testimoni dari gw sendiri sebagai anak kosan tulen yang kuliah dan bertempat tinggal di sekitaran Tangerang. Disini gw tinggal di sebuah kostan gang buntu yang berlokasi tidak jauh dari lokasi kampus dan bisa ditempuh hanya dengan ngesot-ngesot cantik. Tinggal dengan 2 orang teman yang sama-sama tingkat satu, dan 2 orang senior yang baik-baik membuat gw cukup nyaman tinggal disini..
Sebagai anak baru kost (ABK) gw bener-bener belum terlatih untuk  hidup dalam kondisi beginian, terutama ini adalah kali pertama pengalaman gw ngekost. Saat-saat beberapa hari pertama di kos gw merasa asing dan jenuh dengan kondisi ini, ditambah lagi dengan teman kos yang berada dihadapan kamar gw orangnya pendiem misterius gitu, sebut saja namanya indro. Namun bisa gw pahami sikap diam dan misteriusnya tersebut adalah respon alami tubuhnya yang sudah beberapa hari nahan berak dan dilampiaskan dengan wajah misterius seperti itu. Gw jadi kebayang film dokumenter di National geographic dimana terlihat muka seekor beruang grizzley yang sedang marah dan beringasan ketika ada pejantan newbie yang berani-berani memasuki wilayahnya. Dan disitulah gw merasa  sebagai beruang newbie yang terancam  eksistensinya. Namun hal ini ga menyurutkan si beruang newbie tadi, dia merangsek masuk teritorial si beruang sesepuh and win the game. Ya dalam hal ini gw jinakan si indro dengan makanan dan sedikit perhatian pada kesulitan beraknya tadi. Problem solved.

Sehari-hari gw biasa makan di Solaria (read:warteg prasmanan) yang ga jauh dari kos. Gw pilih tempat makan disini karena disinilah gw bisa dapet  exceptional price, yaitu tempat makan yang sesuai dengan prinsip ekonomi "Mengeluarkan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya". Bukannya pelit, namun disinilah gw bisa belajar untuk berhemat dan menabung untuk masa depan *ceileah..
Meskipun bukan orang yang boros, gw juga bukan orang yang benar-benar hemat. Terkadang gw suka makan dan jalan-jalan keluar bareng temen-temen, beli ini beli itu, ataupun dulu terkadang adek perempuan gw yang masih kecil datang dengan wajah polos dan mengatakan setengah berbisik "bang beli es krim yuk..". Disitu hati gw tergerak dan didalam hati kecil gw berkata "bener juga nih bocah.. makan es krim kayanya enak.." akhirnya gw meng-iyakan dan sesampainya di indomar*t dia mengambil banyak jajanan yang lain. Dan gw sedikit pasrah dan mengalah untuk adik kecil kesayangan gw ini.


Setelah resmi menjadi anak kos, gw dilatih menjadi orang yang lebih mandiri tanpa ketergantungan terhadap orang lain (*tapi uang kos masih minta sama ortu :D ).
Setiap orang yang ngekos dituntut untuk menjadi orang yang dapat memanage dirinya sendiri, entah dari segi keuangan, kebersihan, kerapihan serta keperluan lainnya yang menunjukkan bahwa kemandirian ini merupakan hal mendasar dari hakikat manusia yang sebenarnya. Disini setiap masalah harus kamu selesaikan sendiri dengan pemikiranmu sendiri, ga ada lagi sedikit-sedikit ngeluh, sedikit-sedikit ngadu orang tua. Disini kita dituntut berpikir dewasa dan berusaha sesedikit mungkin membebani perasaan orang tua kita dengan masalah yang kita punya. Sudah cukup kita bebani orangtua dengan membiayai hidup dan kuliah kita, jangan ditambah lagi, cukup katakan "alhamdulillah baik-baik aja kok ma, pa" itu sudah cukup membuat perasaan orangtua kita tenang walaupun keadaan kita sebenarnya not as that good. Karena dengan mengetahui bahwa  anaknya sudah mulai dewasa, dan bisa menjaga diri yang mana hal tersebut merupakan obat bagi rasa cemas mereka yang terkadang selalu terpikirkan orangtua pada anaknya yang masih belajar hidup. Penulis pun masih jauh dari kata sempurna, namun sedang dalam proses untuk memperbaiki diri menjadi lebih  baik dan lebih dewasa..
Karena tua itu takdir, dewasa itu pilihan


       Pernah denger menu akhir bulan anak kost? Promag. Yaa meskipun sebelumnya setengah ga percaya, namun akhirnya setelah menjadi anak kost gw percaya hal begini benar terjadi. Meskipun bukan gw yang mengalami, namun hal ini terkadang dirasakan teman seperjuangan gw disini. Rasa hati ini tergerak ingin membantu, namun dia terlihat malu untuk menunjukan rasa lemahnya itu. Dan gw hanya bisa memberi sedikit makanan kecil untuk mengganjal perutnya, karena kalaupun diajak makan, yakin dia bakal menolaknya. Ini merupakan salah satu duka menjadi anak kosan. Dan hal inilah yang menjadi tamparan keras buat gw yang terkadang menyia-nyiakan makanan sebagai rezeki yang diberikan oleh-Nya...

Bukan menggurui, namun hanya sekedar berbagi, karena penulis sendiri pun masih dalam tahap memperbaiki diri..

     Hidup ga selamanya enak sob, terutama anak kosan. Juga ga selamanya sengsara. Syukuri apa yang kamu punya sekarang dengan melihat kebawah. Dan motivasi diri untuk terus berusaha dengan melihat keatas..

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. Ibrahim 14:7)

1 komentar:

  1. temen lu malu malu jaim tuh :D kalo gw mau ga lu kasih jg gw ambil za *Evil laught* NGAHAHA

    BalasHapus